Persentasi E-Learning Pembelajaran
Kimia Hasil Pengembangan
Pada
pembelajaran kali ini kita akan membahasan pembelajaran kimia tentang hukum
faraday menggunakan e-learning. E-learning
adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses belajar mengajar.
Karakteristik
E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
- Memanfaatkan jasa teknologi
elektronik.
- Memanfaatkan keunggulan
komputer (digital media dan komputer networks)
- Menggunakan bahan ajar yang
bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer,
sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana
saja.
- Memanfaatkan jadwal
pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang
berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di
komputer.
Manfaat
E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
- Penggunaan E-learning untuk
menunjang pelaksanaan proses belajar dapat meningkatkan daya serap
mahasiswa atas materi yang diajarkan.
- Meningkatkan partisipasi aktif
dari mahasiswa.
- Meningkatkan partisipasi aktif
dari mahasiswa.
- Meningkatkan kemampuan belajar
mandiri mahasiswa.
- Meningkatkan kualitas materi
pendidik dan pelatihan.
- Meningkatkan kemampuan
menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan
perangkat biasa sulit dilakukan.
Kelebihan
E-learning
Kelebihan E-learning ialah
memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui
berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L.
Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :
- Lebih mudah diserap, artinya
menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara,
video.
- Jauh lebih efektif dalam biaya,
artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana
saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
- Jauh lebih ringkas, artinya
tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran
sesuai kebutuhan.
- Tersedia 24 jam/hari – 7
hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya
serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.
Kekurangan
E-learning
Kekurangan E-learning menurut L.
Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan
peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb).
Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :
- Kurangnya interaksi antara
pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
- Kecenderungan mengabaikan aspek
akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek
bisnis/komersial.
- Proses belajar mengajar
cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
- Berubahnya peran pengajar dari
yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut
mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information,
communication, dan technology).
- dengan masalah tersedianya listrik,
telepon, ataupun komputer).
- Kurangnya sumber daya manusia
yang menguasai internet.
- Kurangnya penguasaan bahasa
komputer.
- Akses pada komputer yang
memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik.
- Peserta didik bisa frustasi
jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena
peralatan yang tidak memadai.
- Tersedianya infrastruktur yang
bisa dipenuhi.
- Informasi dapat bervariasi
dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan
diperlukan.
- Peserta didik dapat merasa
terisolasi.
Penjelasan
saya mengenai hukum faraday:
1.
Hukum
Faraday 1
Bunyi hukum faraday 1 “Massa
zat yang dihasilkan pada suatu elektrode selama proses elektrolisis berbanding
lurus dengan muatan listrik yang digunakan”
Rumus:
G = Me
x
.................. (4)
Keterangan :
G = mass a zat terendapkan (gr)
I = kuat arus (ampere)
t = waktu (sekon)
Me= massa ekuivalen
n = muatan ion L (biloks)
Contoh
soal :
1. Elektrolisis
larutan AgNO3 menggunakan elektrode platina, dengan kuat
arus 5 ampere selama 20 menit. Hitung massa perak yang mengendap pada katode!
Diketahui :
I = 5
ampere
t = 20
menit = 1.200 detik
Me untuk perak
= Ar / n = 107,9 / 1 = 107,9
Ditanya : G ...?
Jawab:
G = 
G = 
G = 6,71
gram
Jadi, perak yang mengendap pada
katode adalah 6,71 gram.
Contoh Soal Hukum Faraday 1 (2) :
Diberikan reaksi sebagai berikut.
Zn2+(aq) + 2 e¯ →
Zn(s)
Jika arus sebesar 10 ampere
mengalir ke katode selama 10 menit, berapa banyak Zn yang terbentuk? (Ar Zn =
65)
Diketahui :
I = 10 A
t = 10
menit = 600 sekon
Ar Zn =
65
Me
= 65/2 = 32,5
Ditanya : GZn ...
?
Pembahasan :
G = 
G =

G = 2,02
gram
Jadi, perak yang mengendap 2,02
gram.
2.
Hukum
Faraday 2
Massa zat yang
dihasilkan pada elektrode berbanding lurus dengan massa ekivalen zat. Di dalam
hukum Faraday 2 dinyatakan bahwa “massa yang dihasilkan pada elektrode
berbanding lurus dengan massa ekivalen zat”
massa zat ≈ massa ekivalen zat
w
≈ ME
Massa ekivalen zat
adalah massa atom relatif (Ar) dibagi dengan perubahan bilangan oksidasinya
atau muatan ionnya.
ME
= Ar/biloks atau muatan ion
Atau
m1
: m2 = e1 : e2
m1
: m2 =
: 
Keterangan:
M = massa zat dalam gram
e
= massa ekivalen zat
Ar
= massa molekul relatif
n
= muatan ion positif zat/kation
1. Jika
pada rangkaian di atas terbenttuk endapan Cu sebesar 5 gram, berapakah massa Ag
yang mengendap pada elekrode? (Cu = 63,5; Ag = 108)
Jawab:
Untuk
menghitung massa Ag, wAg, gunakan rumus:
Diketahui
massa Cu, wCu = 5 gram
Hitung
MECu dan MEAg dengan menulis reaksi reduksi Cu dan Ag.
Cu2+
+ 2 e- → Cu
(s) 
Ag+
+ e- → Ag (s) 
Diperoleh ;
Hubungan hukum faraday dengan
elektrolisis
- Reaksi pada Katode
1. ion-ion
logam alkalai (gol 1 A), alkali tanah (gol 2 A), Al dan Mn tidak di reduksi, yang
di reduksi adalah air (H2O)
2
H2O(l) + 2 e– ——> H2(g) +
2 OH–(aq)
2. Ion –ion logam
selain yang no. 1 direduksi menjadi logam
Contoh:
• AgBr
→ Ag+ + Br-
Ag+ + e-
= Ag
• CuSo4
→ Cu2++ SO42-
Cu2+ +
2 e- → Cu
3. Ion H+ dari asam
direduksi menjadi H2
2H+ +
2 e- → H2
B. Reaksi pada Anode
- Jika anion memiliki O yang di
oksidasi adalah air dengan reaksi
2H2O(aq) → 4H+(aq) +
O2(g) + 4e-
2. Jika anion tidak
memiliki oksigen (O) (Cl- , Br- , I- , F-
) dioksidasi menjadi halogen
Comtoh: 2Cl → Cl2
+ 2 e-
3. Jika kationnya OH-
dari larutan basa dioksidasi menjadi
4OH- → 2 H2O + O2 + 4 e-
Elektrolisis
terbagi 2:
- Elektrolisis larutan
• Elektrolisis
larutan dengan elektrode inert (C, Pt, Au)
Berlaku aturan pada
katode dan anode di atas
• Elektrolisis
larutan dengan elektrode tak inert (Ag, Cu, Fe, Ni)
Katode: sama seperti
larutan elektode inert
Anode: yang dioksidasi
elektrodenya
2. Elektrolisis
lelehan/leburan/cairan
Katoda: reduksi
kationnya
Anoda : oksidasi anionnya
Contoh soal:
1.
Jika arus
listrik 1 A dialirkan ke dalam 100 ml larutan perak
nitrat AgNO3 melalui elektroda Pt selama 1930 detik maka hitunglah Ph
nya!
elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt
elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt
Katoda (+) : Ag+(aq) +
e- → Ag(s)
Anoda(-) :
2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
reaksi pada anoda terlihat
dihasilkan ion H+ maka larutan tersebut bersifat asam.
mula2 kita cari dahulu muatan yang lewat dalam larutan :
karena F = mol elektron maka
mol e- = 0,02 mol
2H2O(aq)
→ 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
0,02 mol 0,02 mol
konsentrasi H dalam larutan :
pH nya : 1 - log 2 .
1.
Jika arus
listrik 1 A dialirkan ke dalam 100 ml larutan perak
nitrat AgNO3 melalui elektroda Pt selama 1930 detik maka hitunglah Ph
nya!
elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt
elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt
Katoda (+) : Ag+(aq) +
e- → Ag(s)
Anoda(-) :
2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
reaksi pada anoda terlihat
dihasilkan ion H+ maka larutan tersebut bersifat asam.
mula2 kita cari dahulu muatan yang lewat dalam larutan :
karena F = mol elektron maka
mol e- = 0,02 mol
2H2O(aq)
→ 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
0,02 mol 0,02 mol
konsentrasi H dalam larutan :
pH nya : 1 - log 2 .
dapat juga dilihat di link youtube : https://youtu.be/ya2mJvv1dGQ
Permasalahan:
1 1. Apakah
dalam E-Learning guru masih berperan aktif dalam pembelajaran?
2. Kadang kita tidak tau kapan ada tugas yang diposting oleh
dosen karena tidak ada pemberitahuan. Kita tidak mungkin online terus-terusan. Bagaimana
kira-kira cara mengatasi masalah ini?
3 3. Kira-kira apabila metode ini diterapkan di perguruan
tinggi indonesia, apakah penerapannya berjalan efektif dan baik?
saya akan menanggapi permasalhan saudari dimana Apa saja kendala dalam penerapan pembelajaran kimia dengan cara yang saya lakukan. menurut saya guru masih berperan aktif dimana guru akan membuat materi pelajaran dalam bentuk file sehingga para siswa dapat melakukan pembelajaran melalui e-learning, dalam membuat file pembelajran dapat berupa lembar kerja siswa, buku panduan dalam bentuk pdf, maupun vidio percobaan, guru disini dituntut untuk kreatif dalam membuat materi pembelajaran sehingga siswa tidak merasa bosan dalam mempelajarinya melaui E-learning
BalasHapusTerimakasih atas tanggapannya,, saya setuju dengan pendapat anda dimana disini guru masih berperan aktif yaitu dalam membuat materi yang akan diberikan.
HapusSaya ingin mencoba menanggapi permasalahan pertama saudari menurut saya dalam e-learning guru masih bisa berperan aktif apalagi didalam e-learning yang saudari kembangkan diamana guru haru mengirimkan materi pada siswanya untuk dipelajari bru kemuadian dia melakukan tatap muka melalui video call dan menjelaskannya disana juga guru masih berperan aktif.
BalasHapusNamun memang didalam E-learning ini siswa juga harus berperan lebih aktif lagi, karena sumber belajar bukan hanya dari guru saja maka siswa harus dituntut mencari sumber belajar lain.
Iya,,saya setuju bahwa disini guru masih berperan aktif dalam mempersiapkan pembelajaran.
HapusMenanggapi permasalahan pertama saya spendapat karena guru berperan sebagai pengontrol dan tutor yang membimbing peserta didik di platform yg digunakan. Jadi guru sangat berperan, karena ada komponen tugas dan evaluasi, jika tidak ada guru, siapa yg akan menilai? Karena e-learning tidak hanya ditujukan untuk membantu siswa, melainkan juga ditujukan untuk pendidik.
HapusTentu. Dalam pembelajaran akan dikatakan berlangsungnya proses pembelajaran jika terpenuhinya syarat2nya. Dalam proses pembelajaran minimal harus ada guru dan siswa yang akan berinteraksi. Jika hanya guru dan siswa saja tanpa adanya media untuk menyampaikan materi maka proses pembelajaran tidak dapat dikatakan efektif. Sesuai dengan perkembangan zaman maka sangat dibutuhkan inovasi baru bagi guru dalam menyampaikan materi ajarnya. Dengan tujuan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Maka dari itu peran seorang guru sangatlah penting. Setidaknya untuk pemandu atau pengarah bgai siswa
BalasHapusBenar sekali jawabannya,, dimana peran guru disini sangatlah penting yaitu sebagai pemandu dan pengarah siswa dalam belajar.
Hapussaya ingin menambahkan permasalahan nomor 1, dimana saya setuju dengan pendapat munika seperti Dengan e-learning, metode pengajaran dan pembelajaran sekolah memanfaatkan teknologi melalui media elektronik seperti komputer, laptop, netbook, atau smartphone dengan jaringan internet atau lainnya. Hal ini melibatkan peran guru dan siswa, bahkan juga para orangtua siswa untuk aktif. Seperti contoh, sekolah tidak lagi mewajibkan membeli buku pelajaran sebagai buku pegangan untuk kegiatan belajar-mengajarnya. Orangtua siswa hanya diberikan informasi beberapa judul buku yang dibutuhkan, beserta penulis dan penerbitnya. Orangtua siswa dituntut untuk aktif, mencari sendiri buku-buku tersebut dengan diperbolehkan membeli buku pada toko buku atau hanya mengunggah (download) buku sekolah elektronik (bse) pada internet. dari penjelasan di atas terlihat jelas bahwa guru juga berperan aktif, pada video anda guru juga sudah aktif dalam penbelajaran e learning karena melakukan diskusi dan tatap muka dibandingkan hanya memberi tugas.
BalasHapusIya,, guru disini berperan aktif dalam penyiapan materi pembelajaran seperti penyiapan video atau materi yang ingin disampaikan secara jarak jauh.
HapusSaya mau menanggapi permasalah no.2
BalasHapusCara supaya kita tahu dosen mengirim suatu materi yaitu tergantung aplikasi yang kita gunakan contoh kita membuat whatsapp groups disana kan dosen dapat mengirim materi, nah untuk pemberitahuan nya bisa kita setting, nd kita bisa melihat apabila ada materi dari dosen maka akan muncul diatas layar hp kita. Dan kita juga harus sering mencek untuk lebih memastikan ada tugas atau tidak
Iya jawaban anda benar,, agar kita mengetahui tugas yang dikirim oleh dosen maka harus timbul inisiatif kita untuk sering mencek jadi bukan artian online terus, ,harus di pantau setiap hari.
HapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1.
BalasHapusTentu saja disini guru masih berperan aktif, tetapi bukan dalam memberikan materi seutuhnya melainkan berperan aktif dalam mengontrol diskusi atau pembelajaran siswa tersebut dalam grup, sehingga guru dapat melihat keaktifan siswa tersebut dan juga dapat memotivasi siswa yang kurang aktif.
Saya setuju dengan jawaban anda dimana guru sangat berperan aktif dalam proses mengontrol siswa dalam berdiskusi dan berpendapat dalam pembelajaran e learning.
HapusBaiklah, saya ingin menangggapi permasalahan anda yang pertama. Menurut pendapat saya guru dapat berperan aktif dalam pembelajaran ini, karena guru adalah sebagai alat kontrol dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus mengatur arah pembelajaran supaya tercapai tujuan pembelajaran dengan demikian peran guru sangat aktif dalam peembelajaran e-learning.
BalasHapusSaya setuju dengan pendapat saudara, ,guru disini dikatakan berperan aktif karena guru adalah sebagai pengontrol dalam pembelajaran.
HapusSaya akan menanggapi permasalahan Anda yang kedua dimana Hal tersebut dapat ditangggulangi dengan cara membuat kesapakatan antara pengajar dengan murid-muridnya durasi proses pembelajaran e-learning berlangsung
BalasHapusMenanggapi permasalhan saudara terkait Kira-kira apabila metode yg anda gunakan dpt diterapkan di perguruan tinggi indonesia, apakah penerapannya berjalan efektif dan baik? menurut saya efektik jika kapasitas siswa tidak melebihi batasan. karena jika e-learning seperti yang ada di video anda, akan lebih efisisen jika siswanya hanya lah sedikit. agar anda lebih mudah dalam mengontrol siswanya.
BalasHapus