Sabtu, 31 Maret 2018

Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran


Apa itu Multimedia?
Vaughan (2006: 2) mengatakan bahwa multimedia merupakan kombinasi teks, seni, suara, animasi, dan video yang disampaikan kepada seorang (peserta didik) dengan komputer atau peralatan manipulasi elektronik dan digital yang lain. Melalui gabungan media-media ini pengalaman belajar menjadi sesuatu yang interaktif yang mencerminkan suatu pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Dari definisi di atas sebuah multimedia dapat digambarkan sebagai berikut:












Mengapa Menggunakan Multimedia dalam Pembelajaran?



Multimedia dapat dipandang sebagai alat atau perangkat pembelajaran dan komunikasi, mengingat dengan multimedia kita dapat belajar sebuah topok,materi, dan konten belajar. Tujuan umum penggunaan multimedia dalam pendidikan menurut Andresen & Brink (2013) adalah:
1.    Mengkonstruksi pengetahuan yang bermakna dan dapat dimengerti. Ini berarti pengembangan sistem yang terstruktur baik dalam sebuah disiplin ilmu, antardisiplin ilmu dan berorientasi pada kehidupan sehari-hari yang fleksibel dan memiliki kompetensi, kemampuan, keahlian, dan konten pengetahuan yang bermanfaat.
2.    Mengkonstruksi pengetahuan yang dapat diaplikasikan. Maksudnya adalah bagaimana mentransfer pengetahuan yang bermakna dan dimengerti ke dalam pengetahuan yang dapat diaplikasikan.
3.    Mengkonstruksi pengetahuan tentang belajar. Kompetensi yang penting ini memungkinkan peserta didik menjadi ahli dalam proses belajar secara mandiri.

Beberapa Manfaat Multimedia Dalam Pendidikan
Berikut ini deskripsi dari manfaat multimedia pembelajaran bagi peserta didik dan pengajar anatara lain:
a)      Dapat belajar sesuai waktu dan kesempatan yang tersedia.
b)      Dapat belajar di ruang kelas atau tempat yang berbeda.
c)      Dapat belajar dengan tutor yang sabar (multimedia sebagai tutor).
d)     Dapat belajar secara aktif dan menerima feedback.
e)      Dapat meningkatkan aspek motivasi dalam belajar secara mandiri/kolaboratif.

Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran
Richard E. Mayer (2009) menyatakan pesan multimedia yang dirancang dengan tata cara otak manusia bekerja akan lebih mungkin pembelajaran menjadi lebih bermakna dibandingkan dengan pesan multimedia yang tidak dirancang dengan mengikuti cara kerja otak manusia. Oleh karena itu Richard E. Mayer menawarkan lima tahapan dalam merancan pesan multimedia yaitu:
1.      memilih kata-kata yang relevan dari teks dan narasi yang tersaji
2.      memilih gambar-gambar yang relevan dari ilustrasi yang tersaji
3.      mengatur kata-kata yang terpilih kedalam represendasi verbal yang koheren,
4.      mengatur gambar-gamabr yang tersaji kedalam representasi visual yang koheren dan
5.       memadukan representasi verbal dan representasi visual secara koheren.
Untuk memperoleh multimedia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memiliki kualitas tampilan yang baik maka desain pesan multimedia perlu dipadukan dengan prinsip-prinsip desain multimedia. Lebih lanjut Richard E. Mayer (2009) menyebutkan tujuh prinsip desain multimedia untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan belajar siswa. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut: 1) Prinsip Multimedia (keragaman media), 2) Prinsip Keterdekatan Ruang (keeratan hubungan teks dengan gambar),  3) Prinsip Keterdekatan Waktu (menyederhanakan tampilan materi), 4) Prinsip Koherensi ( menyingkirkan media tambahan yang tidak terkait dengan materi), 5) Prinsip Modalitas ( tata letak teks dan gambar lebih mudah dipahami),  6) Prinsip Redundansi ( penguatan), 7) Prinsip Perbedaan Individual (materi disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang berpengetahuan rendah. (Richard. E. Mayer,2009: 272).
1.    Prinsip multimedia
Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada hanya kata-kata saja. Apabila pengembang multimedia pembelajaran menginginkan peningkatan pemahaman dan meningkatkan mutu desain multimedia maka sajian multimedia hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan diikuti dengan sajian gambar.
2.    Prinsip keterdekatan ruang (spatial contiguity principle)
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar terkait disajikan secara berdekatan daripada saat disajikan saling berjauhan dalam halaman atau layar slide. Gambar dan kata-kata yang disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang berjauhan akan menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa jadi bias makna yang disebabkan tek dan gambar yang berjauhan tersebut.
3.  Prinsip keterdekatan waktu
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk meningkatkan pemehaman siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen bukan bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan terjadi kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental antara representasi verbal dan representasi visual tidak terjadi.
4. Prinsip Koherensi
Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suarasuara ekstra/tambahan dibuang daripada dimasukkan. Unsure-unsur tambahan yang tidak perlu sebaiknya dihilangkan dalam tampilan onscreen, karena unsur tambahan tersebut akan mengalihkan perhatian siswa dari materi yang penting, bisa menggangu proses penataan materi, dan dapat menggiring siswa pada materi yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.
5. Prinsip modalitas
Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks on-screen. Gambar-gambar dan kata-kata sama disajikan secara visual (yakni sebagai animasi dan teks) akan menyebabkan saluran visual/pictorial kelebihan beban sebaliknya saluran auditori/verbal tidak termanfaatkan. Oleh karena itu dlam pengembangan multimedia saluaran visual dan auditori digunakan secara seimbang.
6. Prinsip redundansi
Siswa dapat belajar lebih baik dari gambar dan narasi darpada gambar, narasi dan teks on-screen. Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual yakni animasi dan teks akan menyebabkan saluran visual kelebihan beban sehingga pemrosesan informasi kurang maksimal.
7. Prinsip perbedaan individual
Pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengatahuan rendah daripada siswa berpengetahuan tinggi, dan siswa berkemampuan spatial tinggi lebih baik daripada siswa berspasial rendah. Penggunaan multimedia sebainya digunakan pada siswa yang belum mempelajari materi bukan untuk mengulang (remidi), sebab siswa yang memiliki pengetahuan kurang tertarik pada unsur-unsur multimedia. Begitu juga siswa yang kemampuan spasial rendah juga tidak begitu tertarik dengan tampilan multimedia.
Semua prinsip-prinsip tersebut penting dipertimbangkan dalam mengembangkan sebuah media yang efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajara adalah perubahan bidang pengetahuan, pemahaman, penerapan, daya analisis, sintesis dan evaluasi siswa melalui proses belajar yang dialaminya (Reni Akbar Hawadi, 2004:68).

PERMASALAHAN:

1. Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi, audio dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Oleh karena itu keberhasilan guru dalam proses pembelajaran didukung dengan penggunaan media yang tepat, serta penyampaian materi yang di desain semenarik mungkin sehingga dapat mengarahkan anak didik bersifat aktif dalam proses embelajaran. Namun terdapat masalah yaitu kurangnya kemampuan guru dalam menggali dan menggunakan teknologi informasi di sekolah atau yang dimiliki guru seperti media laptop, netbook, internet , dan lain-lain. Bagaimana menurut anda solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini?

2. Dalam era teknologi dan informasi ini, pemanfaatan kecanggihan teknologi untuk kepentingan pembelajaran sudah bukan merupakan hal yang baru lagi. Salah satu media pembelajaran baru yang akhir-akhir ini semakin menggeserkan peranan guru hidup adalah teknologi multimedia yang tersedia melalui perangkat komputer. Bagaimana tanggapan anda mengenai bergesernya peranan guru setelah munculnya multimedia yang tersedia melalui perangkat komputer? Bagaimana cara mengatasi agar peran guru tidak bergeser dengan adanya multimedia?


3. permasalahan yang sering muncul berkenaan dengan media pembelajaran yaitu ketersediaan,. ketersediaan media sangat kurang sehingga para pengajar menggunakan media yang minimal. media yang digunakan adalah media cetak, dan didukung dengan alat bantu sederhana yang masih tetap digunakan seperti papan tulis dan kapur atau spidol. sehingga media audio dan visual, dan media elektronik sulit untuk diterapkan, khususnya untuk daerah daerah yang terpencil. Menurut anda apa hal yang tepat untuk mengatasi masalah ini sehingga pendidikan di daerah terpencil ini bisa lebih efektif!