Sabtu, 05 Mei 2018

Presentasi e-learning dalam Pembelajaran Kimia





Persentasi E-Learning Pembelajaran Kimia Hasil Pengembangan
Pada pembelajaran kali ini kita akan membahasan pembelajaran kimia tentang hukum faraday menggunakan e-learning. E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
Manfaat E-learning menurut Pranoto, dkk (2009:309) adalah:
  1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
  2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  3. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  4. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
  5. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
  6. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
Kelebihan E-learning
Kelebihan E-learning  ialah memberikan fleksibilitas, interaktivitas, kecepatan, visualisasi melalui berbagai kelebihan dari masing-masing media (Sujana, 2005 : 253 ). Menurut L. Tjokro (2009:187), E-learning memiliki banyak kelebihan yaitu :

  1. Lebih mudah diserap, artinya menggunakan fasilitas multimedia berupa gambar, teks, animasi, suara, video. 
  2. Jauh lebih efektif dalam biaya, artinya tidak perlu instruktur, tidak perlu minimum audiensi, bisa dimana saja, bisa kapan saja, murah untuk diperbanyak.
  3. Jauh lebih ringkas, artinya tidak banyak formalitas kelas, langsung pada pokok bahasan, mata pelajaran sesuai kebutuhan.
  4. Tersedia 24 jam/hari – 7 hari/minggu, artinya penguaasaan materi tergantung pada semangat dan daya serap siswa, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test.
Kekurangan E-learning
Kekurangan E-learning menurut L. Gavrilova (2006:354) adalah pembelajaran dengan model E-learning membutuhkan peralatan tambahan yang lebih (seperti komputer, monitor, keyboard, dsb). Kekurangan E-learning yang diuraikan oleh Nursalam (2008:140) sebagai berikut :

  1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
  3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 
  4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology).
  5.  dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
  6. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
  7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
  8. Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik. 
  9. Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
  10. Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
  11. Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
  12. Peserta didik dapat merasa terisolasi.
Penjelasan saya mengenai hukum faraday:
1.      Hukum Faraday 1
Bunyi hukum faraday 1 “Massa zat yang dihasilkan pada suatu elektrode selama proses elektrolisis berbanding lurus dengan muatan listrik yang digunakan”
Rumus:
G = Me x   .................. (4)

Keterangan :
G = mass a zat terendapkan (gr)
I = kuat arus (ampere)
t = waktu (sekon)
Me= massa ekuivalen
n = muatan ion L (biloks)

Contoh soal :
1.    Elektrolisis larutan AgNO3 menggunakan elektrode platina, dengan kuat arus 5 ampere selama 20 menit. Hitung massa perak yang mengendap pada katode!
Diketahui : 
I = 5 ampere
t = 20 menit = 1.200 detik
Me untuk perak = Ar / n = 107,9 / 1 = 107,9
Ditanya : G ...?
Jawab:
G = 
G = 
G = 6,71 gram
Jadi, perak yang mengendap pada katode adalah 6,71 gram.

Contoh Soal Hukum Faraday 1 (2) :

Diberikan reaksi sebagai berikut.

Zn2+(aq) + 2 e¯ → Zn(s)

Jika arus sebesar 10 ampere mengalir ke katode selama 10 menit, berapa banyak Zn yang terbentuk? (Ar Zn = 65)
Diketahui : 
I = 10 A
t = 10 menit = 600 sekon
Ar Zn = 65
Me = 65/2 = 32,5
Ditanya : GZn ... ?
Pembahasan :
G = 
G = 
G = 2,02 gram
Jadi, perak yang mengendap 2,02 gram.

2.      Hukum Faraday 2
Massa zat yang dihasilkan pada elektrode berbanding lurus dengan massa ekivalen zat. Di dalam hukum Faraday 2 dinyatakan bahwa “massa yang dihasilkan pada elektrode berbanding lurus dengan massa ekivalen zat”
massa zat ≈ massa ekivalen zat
 w ≈ ME
Massa ekivalen zat adalah massa atom relatif (Ar) dibagi dengan perubahan bilangan oksidasinya atau muatan ionnya.
ME = Ar/biloks atau muatan ion        
  
Atau
m1 : m2 = e1 : e2
m1 : m2 =  :
Keterangan:
M =  massa zat dalam gram
e   =  massa ekivalen zat
Ar  = massa molekul relatif
n   =  muatan ion positif zat/kation

1.    Jika pada rangkaian di atas terbenttuk endapan Cu sebesar 5 gram, berapakah massa Ag yang mengendap pada elekrode? (Cu = 63,5; Ag = 108)
Jawab:
Untuk menghitung massa Ag, wAg, gunakan rumus:
  dimana ME =

Diketahui massa Cu, wCu = 5 gram
Hitung MECu dan MEAg dengan menulis reaksi reduksi Cu dan Ag.
Cu2+ + 2 e- → Cu (s)
Ag+ +  e- → Ag (s)     
Diperoleh ;  
           
Hubungan hukum faraday dengan elektrolisis
  1. Reaksi pada Katode
1.    ion-ion logam alkalai (gol 1 A), alkali tanah (gol 2 A), Al dan Mn tidak di reduksi, yang di reduksi adalah air (H2O)
 2 H2O(l) + 2 e ——> H2(g) + 2 OH(aq) 
2. Ion –ion logam selain yang no. 1 direduksi menjadi logam
Contoh:
      AgBr → Ag+ + Br-
Ag+ + e- = Ag
      CuSo4 → Cu2++ SO42-
Cu2+  +  2 e-    Cu
3. Ion H+  dari asam direduksi menjadi H2
2H+  +  2 e-    H2
B. Reaksi pada Anode
  1. Jika anion memiliki O yang di oksidasi adalah air dengan reaksi
2H2O(aq)     → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
2. Jika anion tidak memiliki oksigen (O) (Cl- , Br- , I- , F- ) dioksidasi menjadi halogen
Comtoh: 2Cl → Cl2 + 2 e- 
3. Jika kationnya OH- dari larutan basa dioksidasi menjadi
4OH-  → 2 H2O + O2 + 4 e- 
Elektrolisis terbagi 2:
  1. Elektrolisis larutan
      Elektrolisis larutan dengan elektrode inert (C, Pt, Au)
Berlaku aturan pada katode dan anode di atas
      Elektrolisis larutan dengan elektrode tak inert (Ag, Cu, Fe, Ni)
Katode: sama seperti larutan elektode inert
Anode: yang dioksidasi elektrodenya
2. Elektrolisis lelehan/leburan/cairan
Katoda: reduksi kationnya
Anoda :  oksidasi anionnya
Contoh soal:
1.     Jika arus listrik 1 A dialirkan ke dalam 100 ml larutan perak nitrat AgNO3 melalui elektroda Pt selama 1930 detik maka hitunglah Ph nya!
elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt
                   
Katoda (+)   : Ag+(aq) + e-    → Ag(s)                                                                   
Anoda(-)  : 2H2O(aq)   → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-                        
                                   
reaksi pada anoda terlihat dihasilkan ion  H+ maka larutan tersebut bersifat asam. mula2 kita cari dahulu muatan yang lewat dalam larutan :

 

karena F = mol elektron maka mol e-  = 0,02 mol

2H2O(aq)     → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
                      0,02 mol         0,02 mol

konsentrasi H dalam larutan :

+=  = 0,2 M
pH nya :  1 - log 2 .
1.     Jika arus listrik 1 A dialirkan ke dalam 100 ml larutan perak nitrat AgNO3 melalui elektroda Pt selama 1930 detik maka hitunglah Ph nya!

elektrolisis larutan AgNO3 dengan elektroda Pt
                   
Katoda (+)   : Ag+(aq) + e-    → Ag(s)                                                                   
Anoda(-)  : 2H2O(aq)   → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-                        
                                   
reaksi pada anoda terlihat dihasilkan ion  H+ maka larutan tersebut bersifat asam. mula2 kita cari dahulu muatan yang lewat dalam larutan :

 

karena F = mol elektron maka mol e-  = 0,02 mol

2H2O(aq)     → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
                      0,02 mol         0,02 mol

konsentrasi H dalam larutan :

+=  = 0,2 M
pH nya :  1 - log 2 .

dapat juga dilihat di link youtube : https://youtu.be/ya2mJvv1dGQ

Permasalahan:
1    1. Apakah dalam E-Learning guru masih berperan aktif dalam pembelajaran?

      2.   Kadang kita tidak tau kapan ada tugas yang diposting oleh dosen karena tidak ada pemberitahuan.       Kita tidak mungkin online terus-terusan. Bagaimana kira-kira cara mengatasi masalah ini?

3   3.   Kira-kira apabila metode ini diterapkan di perguruan tinggi indonesia, apakah penerapannya                 berjalan efektif dan baik?

17 komentar:

  1. saya akan menanggapi permasalhan saudari dimana Apa saja kendala dalam penerapan pembelajaran kimia dengan cara yang saya lakukan. menurut saya guru masih berperan aktif dimana guru akan membuat materi pelajaran dalam bentuk file sehingga para siswa dapat melakukan pembelajaran melalui e-learning, dalam membuat file pembelajran dapat berupa lembar kerja siswa, buku panduan dalam bentuk pdf, maupun vidio percobaan, guru disini dituntut untuk kreatif dalam membuat materi pembelajaran sehingga siswa tidak merasa bosan dalam mempelajarinya melaui E-learning

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas tanggapannya,, saya setuju dengan pendapat anda dimana disini guru masih berperan aktif yaitu dalam membuat materi yang akan diberikan.

      Hapus
  2. Saya ingin mencoba menanggapi permasalahan pertama saudari menurut saya dalam e-learning guru masih bisa berperan aktif apalagi didalam e-learning yang saudari kembangkan diamana guru haru mengirimkan materi pada siswanya untuk dipelajari bru kemuadian dia melakukan tatap muka melalui video call dan menjelaskannya disana juga guru masih berperan aktif.
    Namun memang didalam E-learning ini siswa juga harus berperan lebih aktif lagi, karena sumber belajar bukan hanya dari guru saja maka siswa harus dituntut mencari sumber belajar lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,,saya setuju bahwa disini guru masih berperan aktif dalam mempersiapkan pembelajaran.

      Hapus
    2. Menanggapi permasalahan pertama saya spendapat karena guru berperan sebagai pengontrol dan tutor yang membimbing peserta didik di platform yg digunakan. Jadi guru sangat berperan, karena ada komponen tugas dan evaluasi, jika tidak ada guru, siapa yg akan menilai? Karena e-learning tidak hanya ditujukan untuk membantu siswa, melainkan juga ditujukan untuk pendidik.

      Hapus
  3. Tentu. Dalam pembelajaran akan dikatakan berlangsungnya proses pembelajaran jika terpenuhinya syarat2nya. Dalam proses pembelajaran minimal harus ada guru dan siswa yang akan berinteraksi. Jika hanya guru dan siswa saja tanpa adanya media untuk menyampaikan materi maka proses pembelajaran tidak dapat dikatakan efektif. Sesuai dengan perkembangan zaman maka sangat dibutuhkan inovasi baru bagi guru dalam menyampaikan materi ajarnya. Dengan tujuan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Maka dari itu peran seorang guru sangatlah penting. Setidaknya untuk pemandu atau pengarah bgai siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali jawabannya,, dimana peran guru disini sangatlah penting yaitu sebagai pemandu dan pengarah siswa dalam belajar.

      Hapus
  4. saya ingin menambahkan permasalahan nomor 1, dimana saya setuju dengan pendapat munika seperti Dengan e-learning, metode pengajaran dan pembelajaran sekolah memanfaatkan teknologi melalui media elektronik seperti komputer, laptop, netbook, atau smartphone dengan jaringan internet atau lainnya. Hal ini melibatkan peran guru dan siswa, bahkan juga para orangtua siswa untuk aktif. Seperti contoh, sekolah tidak lagi mewajibkan membeli buku pelajaran sebagai buku pegangan untuk kegiatan belajar-mengajarnya. Orangtua siswa hanya diberikan informasi beberapa judul buku yang dibutuhkan, beserta penulis dan penerbitnya. Orangtua siswa dituntut untuk aktif, mencari sendiri buku-buku tersebut dengan diperbolehkan membeli buku pada toko buku atau hanya mengunggah (download) buku sekolah elektronik (bse) pada internet. dari penjelasan di atas terlihat jelas bahwa guru juga berperan aktif, pada video anda guru juga sudah aktif dalam penbelajaran e learning karena melakukan diskusi dan tatap muka dibandingkan hanya memberi tugas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,, guru disini berperan aktif dalam penyiapan materi pembelajaran seperti penyiapan video atau materi yang ingin disampaikan secara jarak jauh.

      Hapus
  5. Saya mau menanggapi permasalah no.2
    Cara supaya kita tahu dosen mengirim suatu materi yaitu tergantung aplikasi yang kita gunakan contoh kita membuat whatsapp groups disana kan dosen dapat mengirim materi, nah untuk pemberitahuan nya bisa kita setting, nd kita bisa melihat apabila ada materi dari dosen maka akan muncul diatas layar hp kita. Dan kita juga harus sering mencek untuk lebih memastikan ada tugas atau tidak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jawaban anda benar,, agar kita mengetahui tugas yang dikirim oleh dosen maka harus timbul inisiatif kita untuk sering mencek jadi bukan artian online terus, ,harus di pantau setiap hari.

      Hapus
  6. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1.
    Tentu saja disini guru masih berperan aktif, tetapi bukan dalam memberikan materi seutuhnya melainkan berperan aktif dalam mengontrol diskusi atau pembelajaran siswa tersebut dalam grup, sehingga guru dapat melihat keaktifan siswa tersebut dan juga dapat memotivasi siswa yang kurang aktif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan jawaban anda dimana guru sangat berperan aktif dalam proses mengontrol siswa dalam berdiskusi dan berpendapat dalam pembelajaran e learning.

      Hapus
  7. Baiklah, saya ingin menangggapi permasalahan anda yang pertama. Menurut pendapat saya guru dapat berperan aktif dalam pembelajaran ini, karena guru adalah sebagai alat kontrol dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus mengatur arah pembelajaran supaya tercapai tujuan pembelajaran dengan demikian peran guru sangat aktif dalam peembelajaran e-learning.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat saudara, ,guru disini dikatakan berperan aktif karena guru adalah sebagai pengontrol dalam pembelajaran.

      Hapus
  8. Saya akan menanggapi permasalahan Anda yang kedua dimana Hal tersebut dapat ditangggulangi dengan cara membuat kesapakatan antara pengajar dengan murid-muridnya durasi proses pembelajaran e-learning berlangsung

    BalasHapus
  9. Menanggapi permasalhan saudara terkait Kira-kira apabila metode yg anda gunakan dpt diterapkan di perguruan tinggi indonesia, apakah penerapannya berjalan efektif dan baik? menurut saya efektik jika kapasitas siswa tidak melebihi batasan. karena jika e-learning seperti yang ada di video anda, akan lebih efisisen jika siswanya hanya lah sedikit. agar anda lebih mudah dalam mengontrol siswanya.

    BalasHapus