Jumat, 13 April 2018

Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran


1

1 1.     Pengertian Multimedia 

Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (bahasa latin, yang berarti  banyak, bermacam-macam) dan medium (bahasa latin, yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu).
Pengertian “multimedia” menurut Hackbarth (1996: 229) adalah: Multimedia diartikan sebagai suatu penggunaan gabungan beberapa media dalam menyampaikan informasi yang berupa teks, grafik atau animasi grafis, movie, video, dan audio. Multimedia meliputi hypermedia dan hypertext. Hypermedia yaitu suatu format presentasi multimedia yang meliputi teks, grafis diam atau animasi, bentuk movie, video dan audio. Hypertext yaitu bentuk teks, diagram statis, gambar dan tabel yang ditayangkan dan disusun secara tidak linier.
Multimedia merupakan kombinasi dari teks, gambar, seni grafik, suara, animasi dan elemen-elemen video yang dimanipulasi secara digital. tampilan dan cita rasa dari proyek multimedia harus menyenangkan, estetis, mengundang dan mengikat. Proyek harus memuat konsistensi visual, hanya dengan menggunakan elemen-elemen yang mendukung pesan keseluruhan dari program.
2.      Klasifikasi Multimedia Pembelajaran
Multimedia dapat kita bagi kedalam dua bagian, yaitu:
A.    Multimedia linear
Multimedia linear adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia linear berjalan beurutan (sekuensial). Contohnya adalah TV dan Film.
B.     Multimedia interaktif
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol dan dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga dapat dipilih sesuai dengan pilihan yang dikehendaki. Contohnya adalah multimedia pembelajaran interaktif berbasis flah, swishmax, maupun ms.  power point, serta aplikasi game.
3.      Kelebihan dari Multimedia
Berikut ini merupakan kelebihan yang dimiliki oleh multimedia:
1.      Menarik perhatian, karena manusia memiliki keterbatasan pada daya ingat.
2.       Media alternatif dalam penyampaian pesan, karena multimedia diperkuat dengan teks, suara, gambar, video dan animasi.
3.      Meningkatkan kualitas penyampaian informasi
4.      Mendorong partisipasi, keterlibatan, dan eksplorasi pengguna
5.      Menstimulasi panca indera.

4.      Landasan Penggunaan Media Pembelajaran    
Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
A.    Landasan filosofis.
Menurut Daryanto (2010:12)  memaparkan landasan filosofis penggunaan media pembelajaran yaitu  bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Bukankah dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain siswa dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain,maka baik menggunaka media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.
B.     Landasan psikologis.
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.
Kajian psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinuum konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat. Pertama, Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa. Kedua, Charles F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak. Ketiga, Edgar Dale, membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbul.
C.    Landasan teknologis.
Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi  sistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-omponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
D.    Landasan empiris.
Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.

PERMASALAHAN:
1.      Ada suatu pandangan yang menyatakan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini?

2.      Siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Seperti yang kita ketahui karakteristik siswa itu sangat berbeda, ada siswa yang memiliki tipe belajar visual dan ada tipe belajarnya auditif. Untuk itu sebagai seorang guru bagaimana cara kita agar tujuan pembelajaran tetap tercapai dengan karakteristik siswa yang berbeda tersebut?

3.      Landasan psikologis menggaris bawahi bahwa dalam menggunakan media pembelajaran hendaknya seorang guru mengetahui kecenderungan minat dan keinginan siswa agar nantinya materi yang diajarkan lebih mengena dan lebih mudah dipahami. Bagaimana cara guru menegetahui kecenderungan minat dan keinginan siswa dengan jumlah yang banyak?

10 komentar:

  1. Baiklah, saya menjawab permasalahan yang pertama. Saya kurang setuju dengan pendapat ini, karena dalam penggunaan media didalam kelas terlebih digunakan untuk proses pembelajaran dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa bukan hanya dalam bidang kognitif tetapi afektif dan psikomotornya juga. Dengan tujuan pembelajaran tersebut tentu saja guru/sekolah pasti akan memilih media yang cocok dan tepat untuk mencapai hasil belajr yang maksimal dan bukan langsung menerapkan setiap media yang baru. Melainkan menyeleksi dan memilih terlebih dahulu media mana yang cocok dan baik digunakan utuk meningkatkan hasil belajar siswa.

    BalasHapus
  2. Guru dapat melihat minat seorang anak dengan melihat kegiatannya selama belajar sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dengan demikian,apabila guru sudah melihat anak belajar dengan keterlibatan sepenuhnya seseorang dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan ilmiah yang dituntunnya berarti disana anak sudah memiliki minat belajar.Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Bila kita ingin mengamati secara keseluruhan guru dapat melihat bahwa tidak ada keributan selama pembelajaran melainkan keheningan yng membuat mereka fokus dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
  3. Saya akan menjawab pertanyaan yang 1
    Mungkin yang dimaksud dsini adalah dengan adanya teknologi maka sosialisasi antar siswa dengan yang lain tidak akan berjalan lagi. Jadi kembali lagi bagaimana cara guru agar selain ilmu pengetahuan, ilmu sosial siswa dapat berjalan lebih baik dan tidak akan membuat siswa menjadi anak yang susah berkolaborasi dengan teman-teman lain.

    BalasHapus
  4. baiklah saya akan menganggapi pertanyaan no 3 dimana cara untuk mengetahui minat siswa bisa dengan menanyakan dengan siswanya langsung, atau dengan memberikan tes yang dapat mengetahui minat masing-masing siswa

    BalasHapus
  5. baik saya akan membahas permasahan no 1
    media bukanlah suatu permaslahan namun dengan media dapat mepermudah guru dalam menyampaikan pembelajaran. namun media yang digunakan harus sesuai dengan karateristik siswa baik dan latarbelakang sekolah. sehingga media yang digunakan tidak memberatkan guru maupun siswa

    BalasHapus
  6. SAya akan menjawab permasalahan Anda yang ketiga dimana Kita dapat membuat target dalam 2 bulan dimana Kita dapat melihat masing-masing siswa Dan digolongkan agar mudah di pilih media yang sesuai untuk semua siswa

    BalasHapus
  7. Saya akan menanggapi permasalahan nomor 1. Saya kurang setuju dengan pendapat ini, karena menurut saya dengan adanya media dari berbagai teknologi yang baru akan semakin canggih dan semakin memudahkan siswa untuk memahami suatu materi dikarenakan lengkapnya media jika dikembangkan dengan teknologi baru. tapi mungkin yang dimaksud disitu sosialisasi atau interaksi antara guru dan siswa secara langsung akan menjadi kurang terlaksana.

    BalasHapus
  8. Menanggapi permasalahan yg kedua disinilah peran multimedia sebagai bahan ajar guru yang tidak hanya membantu anak tipe visual, melainkan juga audio. Agar tujuan pembelajaran tercapai, perlu dilakukan strategi pembelajaran apa yg diperlukan, materi apa yg akan disampaikan, model aoa yg akan diterapkan dan sebagainya.

    BalasHapus
  9. Menanggapi permasalahn saudari nomor 1, terkait pernyataan bahwa da suatu pandangan yang menyatakan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. ini hanya pendapat orang lain. sebenarnya dengan kemajuan teknologi memang benar sifat ataupun karakteritik peserta didik menurun. maka dari itu, sekarang ini diterapkan K13 yang menunjjang karakteristik siswa.

    BalasHapus
  10. saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 3, bagaimana cara mengetahui minat dan keinginan siswa yang sangat banyak. Menurut saya ada baiknya jika dibuka sesi shering atau menjalankan suatu angket . sehingga kita mengetahui apa sebenarnya yang di inginkan oleh siswa.

    BalasHapus