1
1 1. Pengertian
Multimedia
Secara
etimologis multimedia berasal dari kata multi (bahasa latin, yang berarti banyak, bermacam-macam) dan medium (bahasa latin,
yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu).
Pengertian
“multimedia” menurut Hackbarth (1996: 229) adalah: Multimedia diartikan sebagai
suatu penggunaan gabungan beberapa media dalam menyampaikan informasi yang
berupa teks, grafik atau animasi grafis, movie, video, dan audio. Multimedia
meliputi hypermedia dan hypertext. Hypermedia yaitu suatu format presentasi
multimedia yang meliputi teks, grafis diam atau animasi, bentuk movie, video
dan audio. Hypertext yaitu bentuk teks, diagram statis, gambar dan tabel yang
ditayangkan dan disusun secara tidak linier.
Multimedia
merupakan kombinasi dari teks, gambar, seni grafik, suara, animasi dan elemen-elemen
video yang dimanipulasi secara digital. tampilan dan cita rasa dari proyek
multimedia harus menyenangkan, estetis, mengundang dan mengikat. Proyek harus
memuat konsistensi visual, hanya dengan menggunakan elemen-elemen yang
mendukung pesan keseluruhan dari program.
2.
Klasifikasi
Multimedia Pembelajaran
Multimedia
dapat kita bagi kedalam dua bagian, yaitu:
A. Multimedia
linear
Multimedia
linear adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol
apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia linear berjalan
beurutan (sekuensial). Contohnya adalah TV dan Film.
B. Multimedia
interaktif
Multimedia
interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol dan
dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga dapat dipilih sesuai dengan pilihan
yang dikehendaki. Contohnya adalah multimedia pembelajaran interaktif berbasis
flah, swishmax, maupun ms. power point,
serta aplikasi game.
3.
Kelebihan
dari Multimedia
Berikut ini merupakan kelebihan yang
dimiliki oleh multimedia:
1.
Menarik perhatian, karena manusia memiliki
keterbatasan pada daya ingat.
2.
Media alternatif dalam penyampaian pesan, karena
multimedia diperkuat dengan teks, suara, gambar, video dan animasi.
3.
Meningkatkan kualitas penyampaian informasi
4.
Mendorong partisipasi, keterlibatan, dan eksplorasi
pengguna
5.
Menstimulasi panca indera.
4.
Landasan
Penggunaan Media Pembelajaran
Ada
beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain
landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
A.
Landasan
filosofis.
Menurut Daryanto (2010:12) memaparkan
landasan filosofis penggunaan media pembelajaran yaitu bahwa dengan
digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan
berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain,
penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Bukankah
dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak
pilihan untuk digunakan media yang sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan
kata lain siswa dihargai harkat kemanusiaanya diberi kebebasan untuk menentukan
pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan
demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi. Sebenarnya perbedaan
pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru
terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai
anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki
kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain,maka baik menggunaka media
hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap
menggunakan pendekatan humanis.
B.
Landasan
psikologis.
Dengan
memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan
media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar
siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar.
Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas
dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal
agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. Untuk maksud
tersebut, perlu: (1) diadakan pemilihan media yang tepat sehingga dapat menarik
perhatian siswa serta memberikan kejelasan obyek yang diamatinya, (2) bahan
pembelajaran yang akan diajarkan disesuaikan dengan pengalaman siswa.
Kajian
psikologi menyatakan bahwa anak akan lebih mudah mempelajari hal yang konkrit
ketimbang yang abstrak. Berkaitan dengan kontinuum konkrit-abstrak dan
kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat. Pertama,
Jerome Bruner, mengemukakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya
menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film (iconic
representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbul, yaitu
menggunakan kata-kata (symbolic representation). Menurut Bruner, hal ini juga
berlaku tidak hanya untuk anak tetapi juga untuk orang dewasa. Kedua, Charles
F. Haban, mengemukakan bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat
realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis
media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak. Ketiga, Edgar Dale, membuat
jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam
pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata,
dilanjutkan ke siwa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan
media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan simbul.
C.
Landasan
teknologis.
Teknologi
pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan,
pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi
pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang,
prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari
cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan
masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan
terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam
bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam
fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga
menjadi sistem pembelajaran yang
lengkap. Komponen-omponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan,
teknik, dan latar.
D.
Landasan
empiris.
Temuan-temuan
penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media
pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar
siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar
dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya
belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh
keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram,
video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan
lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau
ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar
tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional
empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar
kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik
pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
PERMASALAHAN:
1. Ada
suatu pandangan yang menyatakan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media
hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang
kurang manusiawi. Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini?
2. Siswa
akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan
media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Seperti yang
kita ketahui karakteristik siswa itu sangat berbeda, ada siswa yang memiliki
tipe belajar visual dan ada tipe belajarnya auditif. Untuk itu sebagai seorang
guru bagaimana cara kita agar tujuan pembelajaran tetap tercapai dengan
karakteristik siswa yang berbeda tersebut?
3. Landasan
psikologis menggaris bawahi bahwa dalam menggunakan media pembelajaran
hendaknya seorang guru mengetahui kecenderungan minat dan keinginan siswa agar
nantinya materi yang diajarkan lebih mengena dan lebih mudah dipahami. Bagaimana
cara guru menegetahui kecenderungan minat dan keinginan siswa dengan jumlah
yang banyak?

Baiklah, saya menjawab permasalahan yang pertama. Saya kurang setuju dengan pendapat ini, karena dalam penggunaan media didalam kelas terlebih digunakan untuk proses pembelajaran dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa bukan hanya dalam bidang kognitif tetapi afektif dan psikomotornya juga. Dengan tujuan pembelajaran tersebut tentu saja guru/sekolah pasti akan memilih media yang cocok dan tepat untuk mencapai hasil belajr yang maksimal dan bukan langsung menerapkan setiap media yang baru. Melainkan menyeleksi dan memilih terlebih dahulu media mana yang cocok dan baik digunakan utuk meningkatkan hasil belajar siswa.
BalasHapusGuru dapat melihat minat seorang anak dengan melihat kegiatannya selama belajar sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dengan demikian,apabila guru sudah melihat anak belajar dengan keterlibatan sepenuhnya seseorang dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh pengetahuan ilmiah yang dituntunnya berarti disana anak sudah memiliki minat belajar.Kegiatan yang diminati seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa senang. Bila kita ingin mengamati secara keseluruhan guru dapat melihat bahwa tidak ada keributan selama pembelajaran melainkan keheningan yng membuat mereka fokus dalam proses pembelajaran.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan yang 1
BalasHapusMungkin yang dimaksud dsini adalah dengan adanya teknologi maka sosialisasi antar siswa dengan yang lain tidak akan berjalan lagi. Jadi kembali lagi bagaimana cara guru agar selain ilmu pengetahuan, ilmu sosial siswa dapat berjalan lebih baik dan tidak akan membuat siswa menjadi anak yang susah berkolaborasi dengan teman-teman lain.
baiklah saya akan menganggapi pertanyaan no 3 dimana cara untuk mengetahui minat siswa bisa dengan menanyakan dengan siswanya langsung, atau dengan memberikan tes yang dapat mengetahui minat masing-masing siswa
BalasHapusbaik saya akan membahas permasahan no 1
BalasHapusmedia bukanlah suatu permaslahan namun dengan media dapat mepermudah guru dalam menyampaikan pembelajaran. namun media yang digunakan harus sesuai dengan karateristik siswa baik dan latarbelakang sekolah. sehingga media yang digunakan tidak memberatkan guru maupun siswa
SAya akan menjawab permasalahan Anda yang ketiga dimana Kita dapat membuat target dalam 2 bulan dimana Kita dapat melihat masing-masing siswa Dan digolongkan agar mudah di pilih media yang sesuai untuk semua siswa
BalasHapusSaya akan menanggapi permasalahan nomor 1. Saya kurang setuju dengan pendapat ini, karena menurut saya dengan adanya media dari berbagai teknologi yang baru akan semakin canggih dan semakin memudahkan siswa untuk memahami suatu materi dikarenakan lengkapnya media jika dikembangkan dengan teknologi baru. tapi mungkin yang dimaksud disitu sosialisasi atau interaksi antara guru dan siswa secara langsung akan menjadi kurang terlaksana.
BalasHapusMenanggapi permasalahan yg kedua disinilah peran multimedia sebagai bahan ajar guru yang tidak hanya membantu anak tipe visual, melainkan juga audio. Agar tujuan pembelajaran tercapai, perlu dilakukan strategi pembelajaran apa yg diperlukan, materi apa yg akan disampaikan, model aoa yg akan diterapkan dan sebagainya.
BalasHapusMenanggapi permasalahn saudari nomor 1, terkait pernyataan bahwa da suatu pandangan yang menyatakan bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. ini hanya pendapat orang lain. sebenarnya dengan kemajuan teknologi memang benar sifat ataupun karakteritik peserta didik menurun. maka dari itu, sekarang ini diterapkan K13 yang menunjjang karakteristik siswa.
BalasHapussaya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 3, bagaimana cara mengetahui minat dan keinginan siswa yang sangat banyak. Menurut saya ada baiknya jika dibuka sesi shering atau menjalankan suatu angket . sehingga kita mengetahui apa sebenarnya yang di inginkan oleh siswa.
BalasHapus