Guru sebagai pendidik yang profesional harus mampu
berperan sebagai komunikator dan fasilitator bagi peserta didik di dalam
kelasnya. Sebagai komunikator seorang guru harus mampu menyampaikan pesan-pesan
pembelajaran kepada siswa sebagaimana yang dinyatakan oleh Martinis Yamin
(2007:7) bahwa mereka berperan sebagai komunikator, mengkomunikasikan materi
pelajaran dalam bentuk verbal dan non verbal.
Guru sebagai fasilitator dimaksudkan seorang guru
harus mampu menjadi orang yang memfasilitasi atau melayani keperluan peserta
didik di dalam kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebagaimana yang
disampaikan oleh Martinis Yamin (2007:10), bahwa guru sebagai fasilitator
memiliki peran menfasilitasi siswa-siswa untuk belajar secara maksimal dengan
menggunakan berbagai strategi, metode, media, dan sumber belajar.
Banyak hambatan yang ditemui oleh seorang guru
sehubungan dengan fungsinya sebagai komunikator dan fasilitator tersebut. Salah
satu faktor hambatan adalah sulitnya melakukan proses komunikasi antara guru
dan siswa dalam proses pembelajaran. Guru kurang mampu menyampaikan pesan
pembelajaran kepada siswa. Pembelajaran yang telah dilakukan guru selama ini
belum mampu menarik perhatian siswa, sehingga terkesan siswa apatis terhadap
materi pelajaran yang disapaikan oleh guru. Akibatnya siswa gagal memahami materi
pembelajaran, dan guru mengalami kekecewaan dan ketidak puasan. Hal ini dapat
teramati pada saat proses pembelajaran berlangsung, guru telah mengupayakan
pembelajaran dengan menggunakan metode-metode yang bervariasi dan juga
memanfaatkan media yang ada, tetapi siswa masih kelihatan kurang aktif dan
tidak termotivasi. Jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru atau
temannya sangat sedikit. Terkadang dalam satu kali tatap muka tak ada sama
sekali siswa yang mengajukan pertanyaan. Hal ini mengakibatnya siswa gagal
memahami materi pembelajaran, guru mengalami kekecewaan dan ketidak
puasan.
Berdasarkan hal tersebut, adanya hambatan yang
ditemukan guru dalam proses komunikasi pembelajaran disebabkan oleh kurang
tepat dan menariknya media yang ditampilkan atau digunakan dalam proses
pembelajaran. Oleh karena itu perlu dilakukan pemilihan media yang tepat dan
menarik perlu dilakukan agar tercapai transfer ilmu pengetahuan dari guru
terhadap siswa optimal dan menyenangkan. Sesuai dengan perkembangan teknologi
saat ini maka media yang dapat digunakan adalah multi media.
Adapun multimedia yang
saya gunakan disini adalah media berbasis ppt yang dilengkapai dengan teks,
animasi, dan gambar.
Permasalahan:
1 1. Apa
saja kelebihan dan kelemahan presentasi multimedia interaktif menggunakan media
powerpoint menurut anda?
2 2. Apakah
menurut anda pembelajaran dengan pserentasi multimedia dengan power point akan menimbulkan kebosanan.
3 3. Jika
terdapat masalah seperti no. 2 bagaimana kira-kira cara mengatasinya?
Saya mau mennaggapi permasalahn no.1
BalasHapusKelebihan penggunaan power point sebagai berikut:
a.Lebih merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji.
b.Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik.
c.Tenaga pendidik tidak perlu banyak menerangkan bahan ajar yang sedang disajikan.
d.Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan, dan dapat dipakai secara berulang-uang
e.Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik. (CD/ Disket/ Flashdisk), sehingga praktis untuk di bawa ke mana-mana.
f.Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik
animasi teks maupun animasi gambar atau foto.
2. Kekurangan penggunaan power point sebagai berikut:
a. Membutuhkan keahlian yang lebih untuk dapat membuat power point yang benar dan menarik.
b. Dibutuhkan kesabaran dan tahap demi tahap untuk menyusun dan membuat power point sehingga membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
c. Anak didik terkadang lebih memperhatikan animasi dalam power point dibandingkan materinya jadi jangan gunakan animasi yang tidak perlu.
Saya setuju dengan anda dimana kelebihannya yaitu dapat menarik perhatian siswa karena dilengkapi dengan berbagai animasi, gambar, video dll. Sedangkan kekurangannya adalah kadang anak didik hanya fokus pada animasi yang ditampilkan ketimbang pada materi yang disajikan. Jadi kita harus berpandai pandai untuk menarik perhatian siswa terhadap materi yang di ajarkan.
Hapusbaiklah saya akan mencoba menjawab permaslahan no 3.
BalasHapusMenurut H. Widada (2010:9)menjelaskan bahwa program powerpoint salah satu softwareyang dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan dan relatif murah, karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk menyimpan data. Power point hanyalah atat bantu untuk menjelaskan suatu materi, dimana dalam menjelaskan suatu materi kepada siswa harus sekreatif mungkin agar anak tidak bosan tergantung bagaimana guru menjelaskan, kadang walaupun telah menggunakan power point siswa tetap osan dalam belajar karena banyak factor, seperti kurang tidur, lelah, dan banyak factor internal dan eksternal lainnya, cara mengatasi kebosanan tersebut adalah seagai berikut :
• Menciptakan suasana yang menyenangkan di ruang belajar. Misalnya belajar sambil mendengar music instrumental yang tenang
• Adanya motivasi dalam diri
• Pahami apa yang kamu pelajari
Iya saya sependapat dengan saudari, ,Bosan tidak bosannya siswa itu tergantung seberapa menarik ppt yang kita buat,, jika ppt yang dibuat sangat kreatif maka tidak akan menimbulkan kebosanan.
HapusBaiklah saya akan menjawab no 2
BalasHapussiswa bisa bosan dengan membuat ppt yang monotan atau kurang menarik jadi dalam membuat ppt sesuai dengan materi dan beri animasi untuk memperoleh perhatian siswa yang lebih untuk dapat membuat power point yang benar dan menarik.
Anak didik terkadang lebih memperhatikan animasi dalam power point dibandingkan materinya jadi jangan gunakan animasi yang tidak perlu buatlah animasi yang terkait dengan materi pembelajaran itu sendiri.
Iya,, siswa akan bosan dengan penampilan ppt yang terlalu monoton,, untuk itu rancanglah ppt yang ingin kamu tampilkan semenarik mungkin agar siswa kamu nantinya tidak bosan dalam mengikuti pembelajaran.
HapusMenanggapi permasalahan yg kedua saya sependapat bahwa ada kemungkinan terjadi kebosanan dikarenakan penyajian yg monoton dan terlalu rame jadj focus peserta didiknya sudah berbeda. Usahakan dalam pembuatan mulmed terkhusus ppt, kalau ingin menambahkan gambar, haruslah mempunyai korelasi dengan materi, dan penjelasannya betul2 hanya point dan skemanya saja, jadi tujuan pembelajaran dapat tercapai.
HapusBaiklah, saya ingin menangggapi permasalahan anda yang kedua. Menurut pendapat saya media power point adalah media pembelajaran yang menyenangkan karena hal-hal yang tidak bisa ditampilakan atau diadapatkan dapat dilihat bentuknya secara langsung dalam bentuk gambar dalam power point, begitu juga dengan audio dan visualnya yang bagus. Namun pembelajaran dengan media ini dapat menjadi membosankan apabila powerpoint yang ditampilkan menyimpang atau tidaksesuai dengan materi yang diajarkan atau dihias secara berlebihan yang dapat mengganggu konsentrasi siswa.
BalasHapusMemang ppt yang dihias secara berlebihan akan membuat siswa hanya fokus pada hiasan yang dibuat tanpa mempedulikan isi yang pelajaran yang ditampilkan. Jadi diaini kita harus bijak dalam memilih atau mendesain ppt yang semenarik mungkin dalam artian tidak akan menghilangkan unsur tujuan pembelajaran yang disampaikan.
HapusSaya akan menjawab pertanyaan no 2. Tentu saja apabila yang ditampilkan juga membosankan. Disini lah peranan guru bagaimana membuat agar ppt tersebut adalah menjadi hal yang menarik bagi siswa. Seperti menambah Video animasi, jangan terlalu banyak tulisan. Penggabungan unsur unsur seoerti audio, visual, gambar haruslah seimbang sehingga siswa tidak bosan.
BalasHapusIya jawaban anda benar, ,jika ppt yang ditampilkan hanya dengan unsur teks maka akan menimbulkan kebosanan,, jadi disini guru berperan untuk menggabungkan seperti unsur audio,gambar, atau video. Sehingga apabila nantinya siswa sudah terlihat bosan maka kita tampilkan sebuah video yang tentunya akan merangsang siswa kembali memperhatikan apa yang ditampilkan.
Hapusmenanggapi permasalahan saudara terkait menurut anda pembelajaran dengan pserentasi multimedia dengan power point akan menimbulkan kebosanan. Tidak selalu. Presentasi multimedia membosankan jika dalam slide presentse banyak tercantumkan kata-kata yang panjang-panjang. lebih baik diletakkan point pentingnya saja. dan jangan memasukkan hala-hal yang tidak penting sperti animasi ataupun gambar yang tidak ada hubungannya dalam materi pelajaran.
Hapussaya ingin mencoba menanggapi permasalahan pertama saudari menurut saya kelebihan belajar menggunakan powerpoint salah satunya kita bisa menyisipkan gambar, grafik, suara maupun video sehingga siswa tidak merasa bosan,selain itu juga bisa dibuat animasi,
BalasHapuskekurangan dalam ppt ini biasanya animasi yang dipaki membuat siswa lebih fokus pada animasi daripada materi.
Iya, itu benar sekali. Jadi disini tugas kita sebagai guru yaitu bagaimana caranya agar ppt yang kita tampilkan nantinya tidak membuat siswa hanya fokus pada satu sisi, misalnya hanya fokus pada animasi yang kita tampilkan. Jadi dalam mendesain ppt yang ingin ditampilkan harus sesuai dengan tujuan pembelajran.
HapusSaya menjawab permasalahan yang ke-3 dengan Cara mengatasinya dengan maenvariasikan menjadi sebuah game yang soal"nya atau pun cara permainnya dilampirkan di ppt
BalasHapus